Frozen shoulder, juga dikenal sebagai bahu beku, adalah peradangan non-infeksi kronis yang mempengaruhi kapsul sendi bahu dan jaringan sekitarnya, yang menyebabkan rasa sakit dan keterbatasan fungsi gerak bahu. Penyakit ini lebih sering terjadi pada orang di atas usia 40 tahun, terutama wanita paruh baya, pekerja kantoran yang banyak duduk, penderita diabetes, dan orang dengan riwayat cedera bahu.
Frozen shoulder banyak ditemukan di Asia Timur (seperti China, Jepang, Korea), Asia Tenggara (seperti Malaysia, Thailand, Singapura), serta negara-negara Eropa dan Amerika. Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada kelompok usia menengah hingga lanjut. Bahaya terbesar dari penyakit ini adalah gejalanya yang tersembunyi di tahap awal; jika tidak diperhatikan, penyakit ini dapat berkembang menjadi peradangan adhesif kronis yang mempengaruhi fungsi bahu dan menurunkan kualitas hidup.
1. Nyeri Datar Terus-Menerus pada Bahu
Pada tahap awal, penderita frozen shoulder sering merasakan nyeri samar di sekitar sendi bahu, terutama setelah aktivitas berat, perubahan cuaca, atau pada malam hari, yang dapat mempengaruhi tidur dan kondisi mental.
2. Keterbatasan Rentang Gerakan
Karakteristik mencolok dari frozen shoulder adalah keterbatasan gerak bahu, terutama saat mengangkat tangan, meregangkan ke belakang, atau memutar, yang bahkan dapat membuat gerakan dasar seperti mengenakan pakaian atau menyisir rambut menjadi sulit dilakukan.
3. Kekakuan Pagi yang Terasa Jelas
Pada pagi hari setelah bangun tidur, gerakan sendi bahu akan terasa sangat kaku, yang hanya dapat sedikit mengendur setelah pemanasan atau gerakan ringan. Gejala ini sering menunjukkan bahwa kapsul sendi telah mengalami adhesi inflamasi.
4. Kelemahan dan Atrofi Otot
Karena nyeri berkepanjangan dan keterbatasan gerakan, otot-otot bahu, terutama otot deltoid dan supraspinatus, secara bertahap menjadi lemah, bahkan mengalami atrofi ringan.
5. Nyeri Meningkat pada Malam Hari
Banyak pasien melaporkan bahwa nyeri bahu semakin parah pada malam hari, terutama ketika berbaring telentang, dengan tekanan pada sisi yang terkena menyebabkan nyeri hebat, yang sangat mengganggu kualitas tidur dan kondisi mental.
6. Nyeri Menyebar ke Leher dan Lengan
Beberapa pasien merasakan nyeri yang tidak terbatas pada sendi bahu saja, tetapi juga menjalar ke lengan atas, leher, bahkan siku, yang seringkali terkait dengan penekanan saraf atau tarikan inflamasi.
7. Gejala Memburuk di Iklim Dingin
Pada cuaca dingin atau lingkungan yang lembap, sirkulasi darah di bahu berkurang, yang sering kali memperburuk gejala, dengan nyeri yang meningkat dan kekakuan yang lebih terasa.
8. Kesulitan Mengangkat Tangan atau Meregangkan ke Belakang
Saat melakukan gerakan seperti mencuci rambut, mengenakan pakaian, atau mengambil sesuatu, pasien sering merasa kesakitan karena kesulitan dalam bergerak bahu, yang menunjukkan bahwa penyakit ini telah memasuki tahap menengah hingga lanjut.
9. Titik Nyeri Saat Ditekan
Titik-titik nyeri dapat dirasakan pada bagian acromion atau sudut depan otot deltoid, beberapa pasien juga mengalami nyeri pada bursa, dengan rasa sakit yang semakin meningkat saat bergerak, yang menunjukkan bahwa peradangan masih ada.
10. Kemampuan untuk Mengatasi Sendiri Sangat Kurang
Frozen shoulder tidak seperti cedera ringan pada jaringan lunak, kemungkinan untuk sembuh dengan sendirinya sangat rendah. Jika tidak diobati dengan benar, gejala dapat bertahan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Para ahli dari International Life Medical Center mengingatkan bahwa meskipun gejala frozen shoulder pada tahap awal tidak terlalu parah, penyakit ini sering kali merupakan awal dari perubahan kronis. Mengambil tindakan terhadap nyeri bahu, kekakuan, dan gangguan gerak dengan segera, serta menjalani perawatan yang komprehensif dengan terapi sel punca, dapat membantu membalikkan perjalanan penyakit dan mencegah kerusakan fungsi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien.