Hashimoto thyroiditis adalah penyakit tiroid kronis yang disebabkan oleh gangguan sistem imun, yang ditandai dengan peradangan kronis pada kelenjar tiroid. Penyakit ini paling sering terjadi pada wanita berusia antara 30 hingga 50 tahun, dengan kecenderungan genetik tertentu dan bias jenis kelamin. Penyakit ini berkembang perlahan dan pada awalnya mungkin tidak menunjukkan gejala yang jelas, tetapi dalam jangka panjang dapat menyebabkan hipotiroidisme.
Penyakit ini tersebar luas di seluruh dunia, dengan insiden yang lebih tinggi di negara-negara Eropa dan Amerika, terutama pada wanita di Skandinavia. Di negara-negara Asia Tenggara seperti China, Jepang, dan Singapura, jumlah pasien terus meningkat setiap tahun, dengan wanita kota lebih rentan. Polusi lingkungan, tekanan hidup, dan perubahan asupan yodium dianggap sebagai faktor pemicu utama.
1. Kelelahan dan Kelemahan
Gejala yang paling umum dari penyakit Hashimoto adalah kelelahan yang berkepanjangan, penurunan energi, yang tidak dapat pulih meskipun setelah tidur yang cukup. Metabolisme energi sangat dipengaruhi oleh hormon tiroid, dan penurunan fungsinya akan sangat memengaruhi kondisi tubuh.
2. Depresi dan Perubahan Emosi
Banyak pasien mengalami kecemasan, fluktuasi suasana hati, dan bahkan kecenderungan depresi. Hormon tiroid berperan dalam mengatur sistem saraf, dan kekurangannya dapat menyebabkan gangguan emosi yang bisa salah didiagnosis sebagai depresi.
3. Sensitivitas terhadap Dingin
Ketakutan terhadap dingin adalah gejala khas hipotiroidisme. Pasien sering merasa kedinginan bahkan di lingkungan yang normal, mengenakan pakaian lebih banyak dibandingkan orang di sekitarnya, yang merupakan tanda penurunan laju metabolisme tubuh.
4. Gangguan Menstruasi dan Infertilitas
Wanita dengan Hashimoto sering mengalami menstruasi yang lebih sedikit, siklus yang tidak teratur, atau bahkan berhenti menstruasi. Infertilitas juga lebih umum, sebagai hasil dari gangguan hormon yang mempengaruhi sumbu endokrin.
5. Penurunan Memori dan Gangguan Konsentrasi
Fungsi otak dipengaruhi oleh hormon tiroid, dan penurunan fungsinya akan menyebabkan penurunan kemampuan kognitif. Beberapa pasien mungkin mengalami lupa, reaksi lambat, dan kesulitan untuk fokus.
6. Penambahan Berat Badan
Meskipun pola makan tidak berubah, pasien dengan Hashimoto mungkin mengalami peningkatan berat badan secara perlahan, yang berhubungan dengan penurunan metabolisme basal dan retensi cairan. Kesulitan dalam menurunkan berat badan adalah tanda penting lainnya dari penyakit ini.
7. Pembengkakan Wajah dan Ekstremitas
Karena gangguan metabolisme air dan garam, beberapa pasien mengalami pembengkakan wajah, terutama kelopak mata, serta ekstremitas, dengan pembengkakan yang tidak mudah kembali setelah ditekan. Pembengkakan ini lebih jelas di pagi hari setelah bangun tidur.
8. Kerontokan Rambut dan Kulit Kering
Kebotakan dan peningkatan kerontokan rambut adalah gejala umum, terutama saat mencuci atau menyisir rambut. Kulit juga menjadi kering, kasar, mudah terkelupas, dan bisa mengelupas karena lambatnya proses metabolisme keratin.
9. Penurunan Denyut Jantung dan Tekanan Darah Rendah
Sistem kardiovaskular juga terpengaruh. Pasien sering merasa denyut jantung melambat, tekanan darah rendah, pusing, dan kelelahan, dengan beberapa pasien yang lebih parah mungkin mengalami perikarditis atau aritmia.
Hashimoto thyroiditis sering kali muncul dengan gejala non-spesifik dari berbagai sistem tubuh dan sering diabaikan atau salah didiagnosis. Para ahli dari International Life Medical Center mengingatkan bahwa pengenalan dini terhadap gejala seperti kelelahan, sensitivitas terhadap dingin, dan gangguan menstruasi sangat penting untuk intervensi yang tepat waktu, guna mencegah perkembangan menjadi hipotiroidisme yang parah atau komplikasi penyakit kronis lainnya. Terapi sel punca dan pendekatan lainnya juga menawarkan arah baru dalam manajemen penyakit ini.