Leukemia adalah tumor ganas yang berasal dari sel punca hematopoietik sumsum tulang, yang menyebabkan gangguan fungsi hematopoiesis dan kelainan pembentukan sel darah. Penyakit ini dapat terjadi pada semua usia, terutama pada anak-anak dan orang lanjut usia. Penyakit ini memengaruhi fungsi hematopoiesis dan sistem kekebalan tubuh pasien secara serius.
Secara global, tingkat kejadian leukemia di negara-negara Barat seperti Amerika, Inggris, dan Jerman cukup tinggi. Negara-negara Asia dan Asia Tenggara seperti China, Jepang, Indonesia, dan sebagainya juga menunjukkan tren kenaikan. Jika tidak segera diobati, leukemia dapat menimbulkan ancaman besar bagi kehidupan.
Stadium I: Tahap Awal
Sel leukemia masih sedikit, gejalanya ringan, pasien sering kali tidak merasa ada ketidaknyamanan yang jelas. Pengobatan awal efektif, dengan tingkat kelangsungan hidup 5 tahun sekitar 80%-90%.
Stadium II: Tahap Menengah
Jumlah sel leukemia meningkat, gejala anemia dan perdarahan muncul, kekebalan tubuh menurun. Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun sekitar 60%-70%.
Stadium III: Tahap Lanjut
Fungsi sumsum tulang terganggu serius, muncul rasa nyeri pada tulang dan pembesaran kelenjar getah bening, kesulitan pengobatan meningkat. Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun sekitar 40%-50%.
Stadium IV: Tahap Terminal
Keadaan memburuk, fungsi hematopoiesis sumsum tulang gagal, ancaman terhadap kehidupan sangat nyata. Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun kurang dari 20%.
1. Kelelahan yang Berkelanjutan
Pasien sering merasa sangat lelah, kesulitan menyelesaikan aktivitas sehari-hari, disebabkan oleh anemia dan kelainan sel darah putih yang menyebabkan kurangnya oksigen yang dibawa oleh darah.
2. Kulit Pucat
Penyusutan jumlah sel darah merah membuat kulit dan selaput lendir menjadi pucat, terutama di wajah, bibir, dan dasar kuku, yang mencerminkan tingkat keparahan anemia.
3. Demam Berulang
Demam tanpa infeksi yang jelas dapat muncul, menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh terganggu dan sel leukemia aktif menyebabkan reaksi inflamasi.
4. Infeksi yang Sering
Penurunan fungsi kekebalan tubuh menyebabkan infeksi saluran pernapasan dan bagian tubuh lainnya lebih mudah terinfeksi, infeksi sulit dikendalikan, yang memengaruhi efektivitas pengobatan.
5. Kecenderungan Berdarah
Penurunan jumlah trombosit menyebabkan perdarahan pada gusi, mimisan, dan memar di kulit, meningkatkan risiko perdarahan secara signifikan pada pasien.
6. Nyeri Tulang
Infiltrasi sel leukemia ke sumsum tulang menyebabkan rasa sakit di bagian belakang dan tulang ekstremitas, nyeri ini bisa terjadi secara terus-menerus atau sesekali.
7. Pembesaran Kelenjar Getah Bening
Pembesaran kelenjar getah bening yang tidak nyeri di daerah leher dan ketiak adalah manifestasi dari infiltrasi sel leukemia ke jaringan limfoid.
8. Kehilangan Nafsu Makan
Pasien sering mengalami penurunan nafsu makan, disertai penurunan berat badan, asupan nutrisi berkurang, yang memengaruhi pemulihan tubuh dan fungsi kekebalan tubuh.
Para ahli di International Life Medical Center mengingatkan, gejala leukemia sangat bervariasi dan mudah terabaikan pada tahap awal, deteksi dan diagnosis dini sangat penting. Dengan menggabungkan terapi sel imunologi yang canggih dan pengobatan tradisional, dapat secara efektif meningkatkan tingkat kesembuhan pasien, meningkatkan kualitas hidup, dan memberikan harapan pemulihan yang lebih besar bagi pasien.