Meniskus adalah struktur tulang rawan penting dalam lutut yang berfungsi menyerap guncangan dan menstabilkan sendi. Cedera biasanya disebabkan oleh olahraga intens, terkilir, atau degenerasi. Jika tidak didiagnosis dan ditangani tepat waktu, kerusakan dapat memburuk, menimbulkan nyeri lutut lebih parah, keterbatasan gerak, bahkan osteoartritis. Proses diagnosis mencakup anamnesis, pemeriksaan fisik, serta berbagai metode pencitraan untuk menentukan lokasi kerusakan dan menilai tingkat cedera, sebagai dasar perencanaan terapi.
1. Manifestasi Klinis
Nyeri lutut adalah gejala paling khas cedera meniskus. Sebagian besar pasien merasakan nyeri tumpul menetap di sisi dalam atau luar lutut, memburuk saat beraktivitas. Bengkak, efusi sendi, dan sensasi kunci lutut sering menyertai, terutama saat lutut ditekuk sambil menahan beban. Manifestasi klinis ini merupakan petunjuk penting diagnosis awal.
2. Pemeriksaan Fisik
Melalui uji McMurray, uji tekanan Apley, dan metode pemeriksaan khusus lainnya, dokter dapat menilai adanya kerusakan meniskus. Hasil positif biasanya menunjukkan robekan meniskus, membantu menentukan lokasi cedera, serta membedakan dengan cedera jaringan lunak lain.
3. Pemeriksaan Pencitraan
Pemeriksaan X-ray terutama digunakan untuk menyingkirkan fraktur atau kelainan tulang, tetapi tidak dapat menampilkan meniskus secara langsung. MRI dapat memperlihatkan struktur meniskus serta bentuk robekan dengan jelas, sehingga menjadi standar emas diagnosis. Ultrasonografi digunakan sebagai metode tambahan untuk menilai kerusakan jaringan lunak serta memungkinkan observasi dinamis.
4. Artroskopi
Artroskopi sebagai teknik minimal invasif dapat secara langsung melihat kondisi dalam sendi, mendiagnosis robekan meniskus dan kelainan lainnya dengan akurat. Biasanya diterapkan pada kasus sulit atau untuk evaluasi detail sebelum operasi, meski bersifat invasif dengan risiko pembedahan tertentu.
5. Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan darah dan penanda inflamasi terutama digunakan untuk menyingkirkan penyakit sendi akibat infeksi atau peradangan, sehingga mencegah salah diagnosis dan salah terapi.
Pakar dari United Life International Medical Center menekankan bahwa diagnosis dini cedera meniskus sangat penting untuk penyusunan terapi efektif. Dengan menggabungkan gejala klinis dan teknologi pencitraan modern, dapat dilakukan evaluasi yang tepat mengenai tingkat dan sifat kerusakan. Terapi sel punca modern memberi arah baru dalam memperbaiki jaringan dan memulihkan fungsi lutut, memberikan harapan pemulihan bagi pasien. Diagnosis ilmiah dan terapi aktif bersama-sama membantu mencegah kerusakan lebih lanjut pada sendi lutut.