Multiple Sclerosis (MS) adalah penyakit demielinasi kronis pada sistem saraf pusat yang terutama menyerang otak, sumsum tulang belakang, dan saraf optik. Penyebabnya mungkin terkait dengan faktor genetik, infeksi virus, dan kelainan autoimun. Penyakit ini umumnya menyerang usia 20 hingga 40 tahun, dengan prevalensi pada wanita lebih tinggi dibanding pria. Angka kejadian tertinggi terdapat di Amerika Utara dan Eropa Utara, sedangkan di negara Asia seperti Tiongkok, Jepang, dan Singapura jumlah kasus meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Tanpa diagnosis dan pengobatan tepat waktu, pasien dapat mengalami disabilitas dengan berbagai tingkat, yang berdampak serius pada kualitas hidup.
Gejala MS bervariasi, bergantung pada lokasi dan tingkat keparahan lesi. Berikut uraian rinci gejala klinis utamanya:
1. Gangguan Fungsi Motorik
Gejala motorik merupakan manifestasi paling umum. Pasien dapat mengalami kelemahan anggota tubuh, kekakuan, koordinasi buruk, hingga kelumpuhan. Pada tahap awal biasanya tampak kelemahan tungkai, gaya berjalan terseret, atau kelumpuhan unilateral, kemudian berkembang menjadi spasme otot dan gerakan tak terkendali.
2. Gangguan Sensorik
Pasien sering mengalami mati rasa pada anggota tubuh, kesemutan, sensasi seperti aliran listrik, serta penurunan sensitivitas terhadap suhu atau sentuhan. Pada beberapa kasus, pasien bahkan kesulitan membedakan panas dan dingin.
3. Masalah Penglihatan
Keterlibatan saraf optik merupakan gejala khas MS. Ditandai dengan penglihatan kabur pada satu mata, penglihatan ganda, penurunan persepsi warna, atau nyeri saat menggerakkan bola mata. Beberapa pasien dapat mengalami neuritis optik berulang yang berujung pada kerusakan penglihatan.
4. Gangguan Keseimbangan dan Koordinasi
Kerusakan serebelum menyebabkan kesulitan berjalan, berdiri, serta sering pusing. Pasien rentan jatuh dalam aktivitas sehari-hari, dan gerakan halus seperti menulis atau memasukkan benang ke jarum menjadi sulit dilakukan.
5. Gangguan Fungsi Kandung Kemih dan Usus
Lebih dari setengah pasien mengalami masalah berkemih seperti frekuensi meningkat, urgensi, inkontinensia, atau kesulitan berkemih. Sebagian pasien juga mengalami konstipasi atau inkontinensia feses, yang berdampak besar pada kehidupan sehari-hari serta interaksi sosial.
6. Kelelahan Berat
Kelelahan adalah gejala paling umum sekaligus paling sulit diatasi. Meski tidur cukup, pasien tetap merasa sangat lelah, sulit berkonsentrasi, dan tidak mampu menyelesaikan pekerjaan dalam waktu lama.
7. Perubahan Emosi dan Kognitif
Gangguan kognitif mencakup penurunan memori, kesulitan menyusun bahasa, serta lambat dalam memproses informasi, yang memengaruhi efisiensi belajar dan kerja. Gejala psikologis yang sering muncul meliputi kecemasan, depresi, dan fluktuasi emosi.
8. Disfungsi Seksual
Sebagian pasien mengalami penurunan libido, disfungsi ereksi, atau nyeri saat berhubungan seksual. Kondisi ini terkait dengan kerusakan saraf, kondisi psikologis, maupun efek samping obat, dan meski sering diabaikan, sangat memengaruhi kualitas hidup pasien.
Gejala MS sangat kompleks dan bervariasi. Deteksi serta penilaian dini sangat penting untuk menentukan strategi terapi yang tepat. Pakar dari United Life International Medical Center menyarankan agar pasien segera melakukan evaluasi medis bila menunjukkan gejala mencurigakan. Dengan intervensi modern termasuk terapi sel punca, progresi penyakit dapat diperlambat, fungsi saraf terlindungi, dan kualitas hidup ditingkatkan.