> Beranda > Rehabilitasi Penyakit > > Penyakit Spektrum Neuromielitis Optik

Gejala Neuromyelitis Optica Spectrum Disorder

Neuromyelitis Optica Spectrum Disorder (NMOSD) adalah penyakit autoimun langka namun serius pada sistem saraf pusat, terutama memengaruhi saraf optik dan sumsum tulang belakang. Paling sering terjadi pada wanita berusia 20 hingga 50 tahun, dengan prevalensi lebih tinggi pada etnis Afrika dan Asia. NMOSD merupakan salah satu penyebab utama hilangnya penglihatan dan disabilitas motorik.

Secara global, penelitian di Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, dan Korea menunjukkan peningkatan angka kejadian dari tahun ke tahun. Di Asia Tenggara, laporan kasus dari Malaysia, Vietnam, dan Thailand juga semakin banyak. Karena progresi penyakit ini cepat, diagnosis dini dan intervensi sangat penting. Keterlambatan pengobatan dapat menyebabkan kerusakan permanen.

Rincian Gejala Neuromyelitis Optica Spectrum Disorder

1. Penurunan Tajam Penglihatan

Sebagian besar pasien pada tahap awal mengalami penglihatan kabur pada satu atau kedua mata, penurunan kemampuan membedakan warna, bahkan kebutaan total dalam waktu singkat. Gejala biasanya memburuk dalam hitungan hari, dan tanpa pengobatan dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada saraf optik.

2. Kelemahan atau Kelumpuhan Anggota Tubuh

Jika peradangan mengenai sumsum tulang belakang, pasien dapat mengalami kelemahan pada lengan dan tungkai, kesulitan berjalan, hingga berkembang cepat menjadi kelumpuhan pada tungkai bawah atau seluruh anggota tubuh. Banyak pasien akhirnya hanya bisa berbaring di tempat tidur, sehingga sangat membatasi aktivitas sehari-hari.

3. Gangguan Sensorik dan Nyeri

Banyak pasien mengalami mati rasa, kesemutan, atau sensasi seperti sengatan listrik pada tubuh. Sebagian disertai nyeri neuropatik hebat yang bisa menetap, sangat mengganggu kualitas tidur dan emosi pasien.

4. Gangguan Buang Air Kecil dan Buang Air Besar

Kerusakan saraf tulang belakang dapat menyebabkan disfungsi kandung kemih dan usus, seperti sering buang air kecil, urgensi, retensi urin, konstipasi, atau inkontinensia. Hal ini menambah beban psikologis dan sosial pasien.

5. Kekambuhan Berulang

NMOSD memiliki sifat rekuren yang jelas. Pasien mungkin mengalami kekambuhan setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun, dan setiap serangan baru dapat menambah kerusakan saraf, membuat prognosis semakin buruk.

6. Keterlibatan Kedua Mata

Berbeda dengan Multiple Sclerosis, NMOSD lebih sering menyerang kedua saraf optik secara bersamaan atau dalam waktu berdekatan. Kondisi ini menandakan penyakit lebih parah dan membutuhkan perhatian segera.

Kesimpulan

Deteksi dini gejala NMOSD sangat penting. Setiap kasus penurunan tajam penglihatan, kelemahan anggota tubuh, atau gangguan sensorik harus segera diperiksakan ke dokter. Pakar dari United Life International Medical Center menekankan bahwa kombinasi pemeriksaan pencitraan dan deteksi antibodi dapat membantu diagnosis tepat waktu serta penyusunan strategi intervensi, sehingga meningkatkan kualitas hidup dan pemulihan fungsi pasien.