Kanker tiroid terutama berasal dari sel folikel tiroid, dengan tipe papiler, folikuler, anaplastik, serta meduler. Secara global, angka kejadian lebih tinggi di Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara Eropa, sementara di Asia Tenggara seperti Thailand, Singapura, dan Malaysia menunjukkan tren peningkatan. Kanker tiroid dapat mengancam jiwa pasien, terutama pada kasus lanjut yang menyerang struktur penting leher, menyebabkan komplikasi serius.
Di Asia Tenggara, karena keterbatasan kemampuan skrining dan diagnosis, tingkat deteksi dini kanker tiroid rendah, sehingga banyak pasien datang pada tahap menengah hingga lanjut. Dampak utama meliputi benjolan leher yang menekan trakea atau esofagus, memengaruhi pernapasan dan fungsi menelan. Dengan penerapan teknologi baru seperti terapi rekonstruksi sel imun, tingkat kelangsungan hidup dan kualitas hidup pasien meningkat secara signifikan.
Stadium I: Tumor terbatas, tingkat kelangsungan hidup tinggi
Tumor terbatas pada tiroid, belum menyerang jaringan sekitar. Gejala awal sering tidak jelas, biasanya berupa benjolan kecil di leher. Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun sekitar 90%-95%, dengan hasil operasi yang baik.
Stadium II: Perkembangan lokal, tingkat kelangsungan hidup sedikit menurun
Tumor mulai menyerang jaringan sekitar tiroid, tetapi belum bermetastasis jauh. Pasien mungkin mengalami pembengkakan leher dan gejala penekanan ringan. Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun sekitar 75%-85%.
Stadium III: Metastasis kelenjar getah bening regional, tingkat kelangsungan hidup menengah
Tumor melibatkan kelenjar getah bening leher, ditandai dengan benjolan membesar dan nyeri lokal. Sebagian pasien mengalami suara serak atau kesulitan menelan. Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun sekitar 50%-70%.
Stadium IV: Metastasis jauh, tingkat kelangsungan hidup rendah
Tumor telah bermetastasis ke paru-paru, tulang, atau organ lainnya. Pasien mengalami sesak napas, nyeri hebat, dan gejala berat lainnya. Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun kurang dari 30%, membutuhkan terapi kombinasi termasuk terapi rekonstruksi sel imun dan terapi target.
1. Benjolan leher
Gejala paling umum adalah benjolan di bagian depan leher yang tidak nyeri, membesar secara bertahap, keras, dan batas tidak jelas. Benjolan dapat membatasi pergerakan leher serta memengaruhi kehidupan sehari-hari pasien.
2. Suara serak
Tumor menekan atau menyerang saraf laringeus rekuren, menyebabkan suara serak atau perubahan nada suara. Awalnya ringan, kemudian semakin parah, dan pada tahap lanjut dapat menyebabkan kesulitan bernapas.
3. Kesulitan menelan
Seiring perkembangan tumor, pasien mungkin merasakan ada benda asing atau nyeri saat menelan, sebagian karena invasi ke esofagus.
4. Pembesaran kelenjar getah bening leher
Saat tumor bermetastasis ke kelenjar getah bening, dapat diraba benjolan keras di leher, terkadang disertai nyeri tekan.
5. Sesak napas
Tumor menekan atau menyerang trakea, menyebabkan sesak napas, napas pendek, dan pada kondisi parah memerlukan penanganan darurat.
6. Nyeri leher
Sebagian pasien mengalami nyeri lokal, terutama jika tumor tumbuh cepat atau menyerang saraf.
7. Gejala sistemik
Pada tahap lanjut, pasien sering mengalami kelelahan, penurunan berat badan, demam, dan gejala umum lainnya yang menunjukkan progresivitas penyakit.
8. Gangguan fungsi tiroid
Beberapa pasien dapat mengalami hipertiroidisme atau hipotiroidisme, dengan gejala seperti jantung berdebar atau perubahan berat badan, yang memerlukan diferensiasi dari penyakit tiroid lainnya.
Kanker tiroid adalah tumor ganas dengan masa laten panjang dan gejala awal tidak khas, sehingga deteksi dan terapi dini sangat penting. Para ahli dari United Life International Medical Center menekankan bahwa selain operasi dan radioterapi tradisional, terapi rekonstruksi sel imun memberikan harapan baru bagi pasien stadium lanjut, secara signifikan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup dan kualitas hidup. Masyarakat perlu meningkatkan kesadaran kesehatan, memperhatikan gejala leher yang tidak normal, serta melakukan pemeriksaan medis tepat waktu untuk mencapai deteksi dini dan terapi dini.