Gastritis kronis adalah kondisi di mana mukosa lambung dan usus kecil mengalami peradangan kronis jangka panjang akibat berbagai rangsangan, yang menyebabkan gangguan fungsi dan perubahan jaringan. Paling sering terjadi pada kelompok usia paruh baya, dipicu oleh pola makan tidak teratur, konsumsi alkohol berlebihan, stres tinggi, dan infeksi Helicobacter pylori. Gejala bervariasi dari ringan hingga berat, dan jika tidak dikendalikan tepat waktu, dapat berkembang menjadi tukak lambung atau lesi prakanker. Intervensi dini dan perawatan standar sangat penting.
Wilayah Eropa dan Amerika
Insiden gastritis kronis meningkat dari tahun ke tahun. Data dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa lebih dari 20% pasien penyakit lambung setiap tahun termasuk tipe peradangan kronis, yang terutama terkait dengan diet tinggi lemak dan gaya hidup cepat.
Wilayah Asia Tenggara
Di negara-negara seperti Tiongkok dan Singapura, pola makan tinggi minyak dan pedas serta tingginya tingkat infeksi Helicobacter pylori menyebabkan tingginya jumlah pasien gastritis kronis. Di beberapa wilayah, tingkat infeksi melebihi 60%, dengan tren yang semakin muda.
1. Gangguan Fungsi Pencernaan
Kerusakan mukosa lambung memengaruhi sekresi cairan pencernaan, mudah menyebabkan kembung setelah makan, sendawa, dispepsia, dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan malnutrisi.
2. Degenerasi Struktur Mukosa
Peradangan kronis dapat menyebabkan erosi, hiperplasia, atau atrofi mukosa lambung, mengurangi fungsi pelindung mukosa lambung, membentuk lingkaran setan.
3. Peningkatan Risiko Perdarahan dan Tukak
Area lesi yang terpapar lingkungan asam dapat mengalami erosi dan perdarahan, dalam kasus parah memerlukan rawat inap bahkan intervensi bedah.
4. Risiko Kanker Meningkat
Beberapa pasien dapat mengalami metaplasia usus atau displasia, meningkatkan kemungkinan kanker lambung, yang merupakan risiko besar dalam perkembangan penyakit kronis.
1. Terapi Sel Punca
Terapi sel punca membantu memperbaiki mukosa lambung dan usus, mengatur respons imun, membangun kembali mikro-lingkungan, meredakan peradangan dan gejala. Terapi ini menunjukkan hasil baik pada perbaikan peradangan ringan hingga berat.
① Memperbaiki sel epitel gastrointestinal
② Meningkatkan lingkungan peradangan lokal
③ Membangun kembali struktur mukosa lambung-usus
④ Menyeimbangkan sekresi cairan lambung
⑤ Memperlambat perkembangan penyakit
2. Terapi Sel Imun
Terapi sel imun dapat mengembalikan toleransi imun gastrointestinal, mendorong pemulihan ekologi mikro usus, dan cocok untuk pasien dengan risiko tinggi kanker.
1. Inhibitor Pompa Proton
Dapat secara efektif mengendalikan sekresi asam lambung, mengurangi kerusakan mukosa lambung, cocok untuk gastritis kronis tipe kelebihan asam.
2. Terapi Eradikasi Helicobacter pylori
Cocok untuk pasien dengan infeksi Helicobacter pylori, menggunakan kombinasi antibiotik untuk membasmi bakteri, mengurangi tingkat kekambuhan.
3. Pengaturan Pola Makan
Mengurangi makanan pedas dan berlemak, menjaga pola makan teratur, memperbaiki lingkungan mukosa lambung adalah dasar pengobatan konservatif.
4. Obat Prokinetik
Membantu menormalkan motilitas gastrointestinal, meredakan rasa penuh setelah makan, meningkatkan kemampuan pengosongan lambung.
5. Pengobatan Tradisional Tiongkok
Obat herbal seperti Xiangsha Liujunzi Tang cocok untuk pasien dengan kondisi tubuh lemah, berfokus pada memperkuat limpa dan lambung serta menyehatkan usus.
6. Intervensi Psikologis dan Manajemen Gaya Hidup
Fluktuasi emosi memengaruhi fungsi gastrointestinal, sehingga jadwal hidup yang teratur dan manajemen emosi dapat menurunkan tingka