> Beranda > Rehabilitasi Penyakit > Rekonstruksi Organ > Radang Lambung Dan Usus Kronis

Gejala Gastritis Kronis

Gastritis kronis adalah penyakit umum yang disebabkan oleh kerusakan berkelanjutan pada mukosa lambung akibat peradangan yang berlangsung lama. Penyakit ini lebih sering terjadi pada orang dewasa di atas usia 30 tahun, terutama mereka yang memiliki gaya hidup cepat dan pola makan tidak teratur. Gastritis kronis dapat berkembang menjadi atrofi mukosa lambung dan bahkan berpotensi menjadi prekanker jika tidak segera ditangani dengan tepat.

Rincian Gejala Gastritis Kronis

1. Nyeri atau Ketidaknyamanan di Perut Bagian Atas
Pasien sering merasakan nyeri ringan atau sensasi penuh di perut bagian atas, terutama setelah makan atau setelah mengonsumsi makanan pedas. Gejala ini tidak terlalu parah, tetapi mengganggu aktivitas sehari-hari.

2. Penurunan Nafsu Makan dan Rasa Penuh Cepat
Meskipun makan sedikit, pasien sering merasa kenyang atau kembung, yang menyebabkan penurunan nafsu makan yang signifikan. Beberapa orang mungkin makan lebih sedikit selama waktu yang lama, mengakibatkan penurunan berat badan dan kekurangan gizi.

3. Sering Kentut dan Refluks Asam
Karena motilitas lambung yang terganggu, makanan tinggal terlalu lama di dalam lambung, yang mengarah pada gangguan pencernaan seperti kentut, refluks asam, atau perasaan asam di mulut. Beberapa pasien juga mungkin mengalami bau mulut atau sensasi terbakar di tenggorokan.

4. Mual dan Muntah di Pagi Hari
Beberapa pasien merasakan mual atau bahkan muntah, terutama di pagi hari saat perut kosong. Ini biasanya menunjukkan bahwa kemampuan pengosongan lambung menurun atau adanya iritasi pada mukosa lambung.

5. Diare atau Konstipasi yang Bergantian
Gastritis kronis dapat memengaruhi seluruh sistem pencernaan, yang menyebabkan diare akibat gangguan pencernaan atau konstipasi karena motilitas usus yang lambat. Gejala ini sering datang dan pergi, seringkali memburuk dengan stres atau diet yang tidak teratur.

6. Penurunan Berat Badan Secara Perlahan
Karena nafsu makan yang terganggu dan kemampuan penyerapan yang menurun, pasien sering mengalami penurunan berat badan secara bertahap, yang dapat menyebabkan tubuh menjadi lebih lemah dan kekurangan gizi.

7. Fluktuasi Emosi dan Insomnia
Karena ketidaknyamanan perut yang berkepanjangan, pasien dapat mengalami kecemasan, stres, dan masalah tidur, yang pada akhirnya dapat menyebabkan gangguan tidur, menciptakan siklus "gejala-stres-kurang tidur".

8. Nyeri atau Sensasi Terbakar di Perut Bagian Atas
Tekanan pada perut bagian atas yang terasa nyeri atau terbakar, terutama setelah makan, menunjukkan reaksi inflamasi pada mukosa lambung dan penurunan fungsi penghalang mukosa.

9. Suara Perut dan Peningkatan Gas
Beberapa pasien mungkin merasakan peningkatan aktivitas peristaltik lambung setelah makan, yang menyebabkan suara perut yang sering dan peningkatan gas, meskipun tidak mengganggu kesehatan secara serius, namun dapat menimbulkan rasa malu atau ketidaknyamanan.

Kesimpulan

Gastritis kronis adalah penyakit yang umum namun sering kali diabaikan, yang dapat menyebabkan masalah jangka panjang jika tidak diobati. Para ahli dari International Life Medical Center menyarankan agar pasien segera mencari diagnosis dan pengobatan yang tepat jika mereka mengalami gejala seperti perut kembung, nafsu makan berkurang, dan refluks asam, untuk mencegah perkembangan lebih lanjut dan memperbaiki fungsi pencernaan dengan pendekatan pengobatan yang lebih komprehensif, termasuk terapi sel punca.