Kanker adrenal adalah tumor ganas yang berasal dari korteks atau medula adrenal, sering ditandai dengan sekresi hormon abnormal atau massa perut. Karena perjalanannya tersembunyi dan gejala awal tidak jelas, penyakit ini sering salah didiagnosis atau terlewat. Jika tidak terdiagnosis dan diobati tepat waktu, tumor dapat dengan cepat menyebar ke hati, paru-paru, atau sistem limfatik, sehingga menurunkan angka kelangsungan hidup. Pemeriksaan rutin yang dikombinasikan dengan pencitraan dan indikator biokimia membantu identifikasi serta intervensi dini.
1. Pemeriksaan fungsi hormon
Kanker adrenal sering disertai sekresi hormon abnormal, terutama kelebihan kortisol, aldosteron, androgen, atau adrenalin. Melalui pemeriksaan darah dan urin untuk menilai kadar hormon tersebut, dapat ditentukan ada tidaknya tumor fungsional. Jika terdapat manifestasi sindrom Cushing atau hiperaldosteronisme primer, perlu dipertimbangkan kemungkinan adanya kelainan adrenal.
2. Pemeriksaan pencitraan
CT atau MRI adalah metode penting untuk menilai sifat massa adrenal. CT dengan kontras dapat memperjelas batas, densitas, dan karakteristik vaskularisasi tumor, sementara MRI memiliki resolusi jaringan lunak lebih tinggi, cocok untuk menilai invasi lokal dan metastasis jauh. Jika pada pencitraan ditemukan diameter lebih dari 4 cm, tepi tidak teratur, atau tanda invasi lokal, harus dicurigai adanya keganasan.
3. PET-CT (Positron Emission Tomography-CT)
Pemeriksaan PET-CT bermanfaat untuk menilai aktivitas metabolik tumor dan mendeteksi metastasis kecil. Sangat penting untuk penentuan stadium praoperasi maupun pemantauan kekambuhan, khususnya pada tumor non-fungsional atau pasien dengan kecenderungan kekambuhan tinggi, dapat membantu evaluasi menyeluruh.
4. Pemeriksaan histopatologi
Standar emas diagnosis kanker adrenal tetap pemeriksaan histopatologi. Jaringan yang diperoleh melalui reseksi operasi atau biopsi dianalisis dengan mikroskop, termasuk pemeriksaan imunohistokimia, untuk menentukan tingkat keganasan dan subtipe. Jika ditemukan banyak mitosis, pleomorfisme sel yang jelas, atau area nekrosis, biasanya menunjukkan keganasan.
5. Deteksi penanda tumor dan pemeriksaan genetik
Beberapa pasien kanker adrenal mungkin menunjukkan perubahan penanda serum tertentu, seperti AFP atau NSE. Dengan perkembangan kedokteran molekuler, mutasi gen tertentu (misalnya TP53, over-ekspresi IGF2) digunakan untuk membantu menilai prognosis dan memilih arah terapi target. Pemeriksaan genetik pada pasien berisiko tinggi membantu merancang pengobatan individual.
6. Evaluasi sel imun dan teknologi diagnostik tambahan
Pada beberapa kasus yang meragukan, dapat dipertimbangkan pemeriksaan sel tumor sirkulasi (CTC) dan analisis jumlah sel imun untuk menilai status imun. United Life International Medical Center mengombinasikan diagnostik seluler dengan pencitraan serta pemeriksaan genetik, memberikan dasar yang lebih tepat untuk kasus kompleks, serta mendukung perencanaan terapi rekonstruksi sel imun selanjutnya.
Diagnosis dini kanker adrenal cukup sulit, tetapi melalui kombinasi berbagai metode pemeriksaan, tingkat deteksi dapat ditingkatkan. Para ahli dari United Life International Medical Center menekankan bahwa kelompok berisiko tinggi harus memperhatikan pemeriksaan kesehatan dan tanda-tanda gangguan fungsi endokrin, sehingga dapat "deteksi dini, evaluasi dini, intervensi dini", guna memperoleh hasil terapi dan kelangsungan hidup yang lebih baik.