Kanker adrenal adalah tumor ganas langka yang berasal dari korteks adrenal, dengan proporsi sangat kecil dari seluruh kanker, tetapi memiliki tingkat keganasan tinggi. Paling sering terjadi pada usia 40 hingga 60 tahun, sedikit lebih sering pada wanita dibanding pria, dan mudah diabaikan. Penyakit ini dapat menyebabkan sindrom Cushing, hiperaldosteronisme, atau kelebihan androgen akibat sekresi hormon abnormal, sering salah didiagnosis sebagai penyakit endokrin lainnya.
Kanker adrenal tersebar luas di seluruh dunia. Di negara maju seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Italia, kasus relatif lebih banyak dilaporkan; sementara di Asia, kasus terutama ditemukan di Cina, India, dan Jepang. Di Asia Tenggara, termasuk Thailand, Filipina, dan Vietnam, jumlah kasus meningkat setiap tahun, kemungkinan terkait dengan peningkatan kemampuan diagnostik. Pada tahap lanjut yang tidak terkendali, kanker ini dapat bermetastasis ke hati, paru-paru, dan kelenjar getah bening, menyebabkan harapan hidup singkat dan prognosis buruk.
Tahap I: Tumor terbatas, dapat direseksi lokal
Pada tahap ini, diameter kanker adrenal kurang dari 5 cm, hanya terbatas di dalam kelenjar adrenal, tanpa tanda penyebaran. Biasanya tanpa gejala yang jelas, sering ditemukan saat pemeriksaan kesehatan. Tingkat reseksi bedah tinggi, dengan angka kelangsungan hidup 5 tahun sekitar 60–70%.
Tahap II: Tumor membesar tetapi belum menembus jaringan sekitar
Pada tahap II, tumor berdiameter lebih dari 5 cm, tetapi tetap belum menembus kapsul adrenal. Gejala hormonal lebih jelas, seperti hirsutisme atau tekanan darah tinggi. Angka kelangsungan hidup menurun, dengan 5 tahun kelangsungan hidup sekitar 40–50%.
Tahap III: Invasi lokal, metastasis ke kelenjar getah bening
Pada tahap ini, tumor telah menyerang jaringan sekitar atau ditemukan metastasis ke kelenjar getah bening regional. Gejala jelas, sering disertai nyeri di daerah ginjal atau rasa kembung. Prognosis buruk, dengan angka kelangsungan hidup 5 tahun sekitar 20–30%.
Tahap IV: Metastasis jauh, gejala sistemik
Pada tahap IV, terdapat metastasis jauh ke organ seperti paru-paru, hati, atau tulang, dengan gejala kelelahan umum, penurunan berat badan cepat, dan nyeri kanker. Angka kelangsungan hidup 5 tahun sangat rendah, biasanya di bawah 10%.
1. Nyeri tumpul atau tidak jelas di punggung bawah
Beberapa pasien merasakan nyeri tumpul terus-menerus di daerah ginjal atau punggung bawah, sering salah dikira batu ginjal atau cedera otot, sehingga menunda pengobatan.
2. Benjolan perut yang membesar
Seiring pertumbuhan tumor, kadang dapat diraba massa keras di perut bagian atas atau pinggang, sulit digerakkan, biasanya muncul pada tahap lanjut.
3. Hirsutisme dan jerawat
Terutama pada pasien wanita, jika androgen berlebihan dapat menyebabkan pertumbuhan rambut berlebih di wajah atau tubuh, suara menjadi berat, serta jerawat parah.
4. Hipertensi yang sulit dikendalikan
Sekresi aldosteron abnormal menyebabkan retensi natrium, mengakibatkan tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan dengan obat, disertai sakit kepala dan palpitasi.
5. Gangguan menstruasi atau amenore
Pada pasien wanita, ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi atau berhentinya menstruasi, sering terjadi pada kanker adrenal fungsional.
6. Obesitas disertai edema
Kelebihan kortisol menyebabkan sindrom Cushing, dengan wajah bulat, obesitas perut, tungkai kurus, dan edema jelas.
7. Gangguan emosi, kecemasan, mudah marah
Ketidakseimbangan hormon berdampak besar pada sistem saraf, sering menimbulkan kecemasan, iritabilitas, dan gangguan tidur.
8. Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan
Pada tahap lanjut, pasien dapat mengalami kakeksia, dengan penurunan berat badan signifikan, disertai kehilangan nafsu makan dan kelemahan umum.
9. Hiperglikemia dan gangguan metabolik
Stimulasi jangka panjang oleh kortisol berlebih dapat menyebabkan peningkatan gula darah atau diabetes, dengan gejala lelah, polidipsia, dan poliuria.
10. Infeksi berulang atau luka sulit sembuh
Ketidakseimbangan hormon jangka panjang melemahkan sistem imun, sehingga pasien mudah terkena infeksi kulit atau luka pasca operasi sulit sembuh.
Para ahli dari United Life International Medical Center mengingatkan bahwa meskipun kanker adrenal jarang terjadi, penyakit ini sangat ganas dan gejala awalnya tersembunyi. Jika menemukan hipertensi tanpa sebab, hirsutisme, atau benjolan perut, pasien harus segera menjalani pemeriksaan. Dengan penentuan stadium yang sistematis serta pengobatan multidisiplin, ditambah terapi rekonstruksi sel imun, prognosis dapat ditingkatkan dan kelangsungan hidup diperpanjang. Deteksi dini dan diagnosis cepat tetap merupakan kunci melawan penyakit ini.