> Beranda > Rehabilitasi Penyakit > Rekonstruksi Sendi > Radang Sendi Lutut

Diagnosis Osteoartritis Lutut

Osteoartritis lutut (KOA) adalah penyakit sendi kronis yang umum, ditandai dengan degenerasi tulang rawan sendi, pembentukan osteofit, serta disfungsi sendi. Penyakit ini lebih sering terjadi pada usia paruh baya dan lanjut usia, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, anak muda juga semakin rentan akibat cedera olahraga, obesitas, serta kebiasaan hidup yang buruk. Diagnosis osteoartritis lutut terutama bergantung pada gejala klinis, pemeriksaan fisik, pencitraan, dan pemeriksaan laboratorium, untuk memperjelas kondisi serta menyusun rencana terapi yang tepat.

Dasar Diagnosis

1. Gejala Klinis

Gejala osteoartritis lutut biasanya muncul secara bertahap. Pada tahap awal relatif ringan, namun seiring progresi penyakit, nyeri dan disfungsi semakin memburuk.

① Nyeri Lutut

● Memburuk saat aktivitas, membaik setelah istirahat; nyeri jelas setelah berjalan jauh, naik turun tangga, atau olahraga.

● Pada tahap lanjut, nyeri bisa muncul bahkan saat istirahat atau malam hari, mengganggu tidur.

● Perubahan cuaca (dingin, lembap) dapat memperburuk gejala.

② Kekakuan dan Keterbatasan Aktivitas

● Setelah bangun tidur atau lama tidak bergerak, lutut terasa kaku selama beberapa menit hingga setengah jam.

● Pada kasus berat, kekakuan bisa berlangsung sepanjang hari, disertai keterbatasan aktivitas, seperti sulit jongkok, berdiri, atau naik turun tangga.

③ Pembengkakan dan Deformitas Sendi

● Karena sinovitis atau efusi sendi, sebagian pasien mengalami pembengkakan.

● Pada tahap lanjut dapat berkembang menjadi kaki berbentuk O atau X, mengakibatkan gaya berjalan abnormal.

2. Pemeriksaan Fisik

Dokter menilai fungsi lutut dan tingkat kerusakan melalui pemeriksaan fisik.

① Inspeksi

Mengamati apakah lutut tampak bengkak, asimetri, atau gaya berjalan abnormal (misalnya pincang).

② Palpasi

● Menilai adanya titik nyeri tekan (misalnya sekitar patela atau celah sendi).

● Mengevaluasi ada tidaknya efusi sendi (uji balotemen patela positif).

③ Uji Fungsi Lutut

Rentang gerak: Apakah lutut bisa diluruskan atau ditekuk sepenuhnya.

Uji patellofemoral grind: Untuk menilai keterlibatan sendi patellofemoral.

3. Pemeriksaan Pencitraan

Pemeriksaan pencitraan sangat penting untuk menilai tingkat kerusakan lutut.

① Rontgen (X-ray, pemeriksaan utama)

Penyempitan celah sendi: Menunjukkan erosi tulang rawan.

Osteofit: Pertumbuhan tulang di tepi sendi, menandakan osteoartritis.

Sklerosis subkondral atau kista: Menunjukkan kerusakan sendi kronis.

② MRI

Cocok untuk osteoartritis lutut tahap awal, untuk melihat kerusakan tulang rawan, sinovitis, atau kerusakan meniskus.

③ USG

Menilai efusi sendi dan sinovitis, bermanfaat untuk pemantauan perkembangan penyakit.

4. Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan laboratorium digunakan untuk menyingkirkan penyakit sendi lain, seperti artritis reumatoid atau gout.

① Tes darah

CRP dan ESR: Indikator inflamasi, biasanya normal atau sedikit meningkat pada osteoartritis lutut.

Faktor reumatoid (RF) dan antibodi anti-CCP: Jika positif, lebih cenderung artritis reumatoid.

Kadar asam urat: Digunakan untuk menyingkirkan gout.

② Analisis cairan sendi (untuk kasus sulit)

Cairan sendi biasanya jernih atau kuning pucat, jumlah sel darah putih normal atau sedikit meningkat.

Kesimpulan

Pakar dari United Life International Medical Center menyatakan bahwa diagnosis osteoartritis lutut bergantung pada kombinasi gejala klinis, pemeriksaan fisik, pencitraan, dan laboratorium. Diagnosis dini sangat penting untuk intervensi tepat waktu, memperlambat progresi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien.