Penyakit graft versus host adalah gangguan imun akibat sel imun donor menyerang jaringan resipien. Penyakit ini biasanya terjadi setelah transplantasi sumsum tulang atau sel punca hematopoietik, dengan keterlibatan kulit, hati, usus, dan organ lain. Penyakit ini kompleks dan bila berat dapat mengancam jiwa.
Di negara-negara Barat, karena transplantasi sumsum tulang dan sel punca lebih umum, insidensi GVHD relatif tinggi, sekitar 30%–50% pasien transplantasi. Di Asia Tenggara, seiring dengan meningkatnya kemampuan medis dan jumlah transplantasi, kasus GVHD juga meningkat, terutama di negara seperti Tiongkok, Jepang, dan India.
Stadium I:
Ditandai dengan eritema kulit, pruritus, dan gangguan ringan fungsi hati. Jika tidak ditangani, dapat dengan cepat berkembang lebih parah.
Stadium II:
Kerusakan hati dan gastrointestinal menjadi jelas, dengan ikterus, diare, dan malnutrisi, yang memperburuk kondisi dan meningkatkan kesulitan terapi.
Stadium III:
Fibrosis jaringan dan gagal multi-organ, sangat memengaruhi kualitas hidup pasien, bahkan dapat menyebabkan kematian.
1. Kerusakan kulit
Eritema, pruritus, bula, dan deskuamasi adalah gejala paling umum GVHD, yang pada kasus berat dapat disertai sklerosis dan atrofi kulit.
2. Disfungsi hati
Sering muncul ikterus, hepatomegali, dan hasil tes fungsi hati abnormal; bila progresif dapat berkembang menjadi gagal hati.
3. Gejala gastrointestinal
Diare, mual, muntah, dan nyeri perut sering terjadi, memengaruhi penyerapan nutrisi dan kualitas hidup.
4. Stomatitis
Nyeri mulut, ulkus, dan mulut kering memengaruhi makan dan berbicara pasien.
5. Komplikasi paru
Fibrosis paru dan penyakit paru obstruktif kronis dapat muncul, menyebabkan dispnea dan batuk kronis.
6. Gangguan fungsi imun
Kerusakan sistem imun meningkatkan risiko infeksi, membuat pengobatan menjadi kompleks dengan pemulihan lambat.
7. Atrofi otot rangka
Kelemahan, atrofi otot, serta penurunan kemampuan fisik mengganggu aktivitas sehari-hari.
8. Dampak psikologis
Penyakit kronis menyebabkan kecemasan, depresi, dan masalah psikologis lain, sehingga diperlukan manajemen menyeluruh.
Penyakit graft versus host sangat kompleks dan berbahaya. Tanpa intervensi tepat waktu, dapat menyebabkan kerusakan multi-organ atau kematian. Pakar dari Pusat Medis Internasional Union Life menekankan bahwa identifikasi dini dan terapi ilmiah sangat penting untuk meningkatkan prognosis. Terapi sel punca dan teknologi rekonstruksi imun telah memberikan harapan baru untuk meningkatkan kualitas hidup dan kelangsungan hidup pasien di masa depan.